The LAST part of the Journey to Central Java: Radar Semarang, Restaurant Istana and going back home

Road to Semarang & Kudus, Cuap-cuap sang Author Add comments

summary.jpg

Just like I said before, I’ll see you soon. And now, I am back with the last story in Semarang. In this occasion, we were not visiting other historical spot in Semarang, but we were lucky enough visiting Radar Semarang office (still under Jawa Pos and in the same group with Indo Pos).

Seperti yang sudah saya katakan, saya kembali lagi kok. Dan sekarang saatnya berbagi cerita saat-saat terakhir di Semarang. Pada kesempatan ini, kami tidak lagi mengunjungi situs-situs bersejarah di Semarang, tapi kami cukup beruntung bisa mengunjungi kantor Radar Semarang yang masih satu grup dengan Indo Pos di bawah bendera Jawa Pos.

radarsemarang.jpg

We got some information about Radar Semarang daily activities in producing newspapers. Then, saw how their reporters converted information they got into a readable news.

Kami mendapat informasi tentang kegiatan harian Radar Semarang dalam memproduksi koran yang dibaca oleh masyarakat Semarang. Juga melihat langsung kegiatan para reporter mengolah informasi yang mereka dapat di lapangan menjadi berita yang siap dikonsumsi pembaca.

Then we were proceeding to Restaurant Istana and enjoy our dinner. Not only served by delicious food, we also entertained by some local singers. Actually, the local Blog Jurnalistik OnLAin singers like Pak Joko Intarto, Pak Darmawan, Nico, Chadir, Debie, and Mbak Esa.

Kami pun melanjutkan perjalanan ke Restoran Istana untuk menikmati makan malam. Tidak hanya dipuaskan dengan makanan-makanan lezat, kami juga dihibur oleh beberapa penyanyi lokal. Sebenarnya sih para penyanyi ini  lokal dari Blog Jurnalistik OnLAin sendiri seperti Pak Joko Intarto, Pak Darmawan, Nico, Chadir, Debie dan Mbak Esa. Hehe…para artis dadakan itu lumayan menghibur juga loh….

Finished with the dinner and local artist entertainment, we went to Bandeng Juwana and bought some gift such as bandeng and wingko babat. Then, we got into the bus and back to Jakarta.

Selesai dengan makan malam dan hiburan oleh artis lokal, kami mengunjungi Bandeng Juwana untuk membeli oleh-oleh makanan khas Semarang seperti bandeng presto dan wingko babat. Lalu kami kembali ke bus untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta.

Eventhough we were on the bus, the story would not just finished, because here each finalists should come in front of the bus and told their impressions of this tour. And the first ‘victim’ was me. For me, this tour was very interested and would be unforgettable memories. Visited many amazing places with amazing ‘crazy’ friends and committees. What a wonderful moment…. Miss you all, Guys…. And not forgetting the moment of IMAHO establishment…. How are you all, the IMAHO members? Actually, what is IMAHO then? Hmm… SECRET…. Just want to increase the readers’ curiosity…. =)

Meskipun sudah sampai saatnya kami melakukan perjalanan pulang ke rumah masing-masing, bukan berarti ceritanya selesai sampai disini saja. Setibanya di bus, setiap finalis didaulat untuk menyampaikan kesan dan pesannya selama perjalanan ini. Dan ‘korban’ pertamanya adalah saya… Untuk saya pribadi, perjalanan ini sangat menarik dan tak akan terlupakan. Mengunjungi banyak tempat-tempat yang menakjubkan dengan teman-teman yang menakjubkan pula kadar ‘kegilaan’nya… Benar-benar tak kan terlupa… Miss u all, Guys… Oh iya, tak lupa juga dengan momen terbentuknya IMAHO…. Apa kabar ya para anggota IMAHO??!! Kalo ada yang nanya, apaan sih itu IMAHO? Hmm….RAHASIA duonkkkk… Topik ini diangkat cuma pengen membuat Anda2 penasaran kok….hehe… =)

That’s all for the story of Blog Jurnalistik OnLAin Journey to Central Java. See you on other occasion. Thank you for being a loyal reader…. =)

Inilah akhir dari cerita perjalanan Petualangan Blog Jurnalistik OnLAin ke Jawa Tengah. Sampai jumpa lagi di kesempatan berikutnya. Dan terima kasih sudah menjadi pembaca setia… =)

8 Responses to “The LAST part of the Journey to Central Java: Radar Semarang, Restaurant Istana and going back home”

  1. fajar Says:

    pertama…!!!!!

    hehe becanda… seru ya acaranya. Ah sok2an jadi victim, dasar pengen tampil aja kali… :D

    hm,,, lucu juga sih ada basa inggris ada bahasa indonesianya, apa to IMAHO ??

  2. adipt Says:

    going home at last, eh?

    home sweet home..? well, welcome home!

  3. Tsar-A Says:

    waaaah..
    Sanny berbakat nie jadi penulis..
    Oya, gmn klo english dan bahasa indonesianya dipisahin aja supaya lebih enak dibaca. Biar lebih Afdol gitu…:)
    Above all, it’s nice.
    Bilingual!
    People all around d world can read it.
    Go, sanny!
    Keep writing!

  4. tussa Says:

    hmm… hebat euyy…

  5. imam Says:

    IMAHO===>Ikatan Masyarakat HOmo dicetuskan oleh Chadir. Gw hanya menyampaikan saja. n hanya untuk 1 Jenis kelamin. tapi klo sany mau jadi pengurus, mungkin bisa diusulkan menjadi dewan penasehat. heee.. heee… heee..

  6. Irwan Setyawan Says:

    Sanny punya gaya sendiri untuk menulis catatan perjalanannya. Atraktif, seru, spontan dan ceria. Tulisannya juga asyik untuk dibaca, walaupun agak repot dikit karena diselingi bahasa Inggrisnya. Tapi, penenempatan foto-fotonya di setiap momen yang dia ceritakan juga cukup menambah kuat tulisan ini. Memang, belum bisa sepenuhnya bisa disebut sebagai catatan jurnalistik. Tapi, dengan gayanya yang khas, tulisan ini jadi lebih hidup.
    Sukses selalu deh, thx.

    Irwan Setyawan

  7. Hair Loss Says:

    I think you are right but i am little confuse about the topic. I have emailed you some questions about this post please answer them Thanks

  8. Sacramento Electrician Says:

    I think its perfect. But my opinion is still you need to think on your comment.

Leave a Reply

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Login